
It's my story about that.....
Tiba-tiba aja, pokok'e ga' tau kenapa aq SMS Risa n' isinya kira2 kayak gini: "Ris, aku suka kamu, mau ga' jadi ce'q"

Waktu ketemuan di Malang... Tiba-tiba aja ada yang aneh, 'sesuatu' yang mBikin aq SMS dia saat itu tiba-tiba aja ilang berganti 'sesuatu' yang laen. So, niat itu urung terjadi... n Risa masih sempet nanyain hal itu, but.....
6 Minggu yang lalu.... Aq nekat ke kost2annya Risa di Surabaya (akhirnya, dia juga PSG di Surabaya) ma Fian setelah njemput dia dari Ngagel, biasa Surabaya klo sore kan macet bgt gtloooh, so gw nekat mampir. Akhirnya dengan terpaksa

N' dianya nanya "Why.........?", akhirnya dengan berat hati coz takut klo tali silaturrahmi kita terputus sebagai temen

Alasan pertama, Aq masih menghargai Kradt, ga' mungkinlah gw mengkhiati temen sendiri (sampai sekarang, ga' tau nanti, heheeee), Masak PMP (Pren Makan Pren)?
Untuk alasan kedua sebenernya aku ga berani ngomong ma Risa, aq ga' mau nyinggung perasaanannya dia sebagai perempuan, tapi Fian dengan mulut embernya mulai mengusik ketentraman. Dengan wajah ga' punya dosa, sambil setengah teriak dia bilang : Dhony masih suka Riku, Tapi itu alasan dasar mengapa aq ga' bisa bilang suka ke Risa

Alasan ketiga ini yang paling jelas, dengan lancar seperti jalan TOL, heheheeee. Alhamdullilah ternyata Risa dah punya co' sekitar 2-3 minggu setelah aq SMS dia, so semuanya sesuai rencana, itung-itung ngurangin dosa karena ngingkari janjiq sendiri, 'kan alasannya udah jelas

So, aq hanya manusia yang kadang luput dalam menahan emosi, menahan nafsu dan menahan rasa sayang ma seseorang. Klo aq boleh jujur SMS ke Risa waktu itu hanya emosi sesaat gw, rasa ingin memiliki seseorang, rasa ga' ingin kehilangan sahabat akhir rasa persahabatan itu tiba2 aja berubah jadi sayang dan dalam hitungan hari semua rasa itu tiba2 pupus dan musnah.... Tetapi rasa sayangq pada seseorang di Malang insyaallah untuk selamanya.
NB : semua nama dalam uraian diatas hanya fiktif belaka, so apabila ada kemiripan nama, mohon maklum adanya. OK